Padang dan Gerhana Matahari

Gerhana Matahari Total (GMT) merupakan fenomena alam yang sangat menarik perhatian masyarakat Indonesia. Fenomena alam yang langka yang terjadi 33 tahun sekali. Jika hari ini terjadi pada tahun 2016 maka selanjutkan akan bisa dilihat pada tahun 2049. Lebih menariknya Gerhana Matahari Total (GMT) tidak terjadi disemua daerah hanya pada 11 daerah yang ada di Indonesia. Terbatasnya daerah yang dilalui serta langkanya fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) tentu akan menjadi penantian yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia.

Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat, komunitas, bahkan pemerintah sekalipun untuk menyambut datangnya Gerhana Matahari Total (GMT) ini. Ada yang menyambut dengan membuat event dengan skala besar ada yang mengadakan festival gerhana matahari, ada yang sengaja berkunjung hanya untuk menyaksikan gerhana, dan ada yang menjadikan gerhana matahari sebagai sebuah ritual kebudayaan.

Di lain sisi ada kebijakan yang sangat saya apresiasi dalam menyambut datangnya (Gerhana Matahari Total). Sebut saja Kota Padang tempat saya tinggal selama menuntun ilmu di Universitas Andalas. Walikotanya Bapak Mahyeldi menghimbau masyarakat yang beragama islam untuk melaksanakan shalat gerhana secara berjamaah di sebelas tempat (masjid) yang telah disediakan. Bahkan dilingkungan Aperatur Sipil Negara (ASN) di ruang lingkup Kota Padang dibuat surat ederan bernomor 451.0261/Kesra-2016 agar pegawai melaksanakan shalat sunnah gerhana secara berjamaah.

Sederhana memang namun bagi saya kebijakan ini sangat tepat dan sangat bermanfaat karena menuntun masyarakat untuk mensyukuri keagungan sang pencipta dan tidak dilarutkan dengan fenomena alam yang terjadi dengan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif bahkan menjauhkan hamba dengan sang pencipta. Kebijakan ini juga menunjukan walikota Padang berkomitmen wujudkan masyarakat Kota Padang yang madani dekat nilai-nilai keislaman sesuai.

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda di antara tanda-tanda kekuasan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah”(HR. Bukhari).

Semoga dengan gerhana matahari ini keimanan kita makin bertambah, selalu mengagungkan Allah sebagai yang maha segalanya dan mensyukuri setiap nikmat yang telah Allah berikan untuk manjalani hidup di buminya.

Limau Manis, 8/3/2016

 

 

https://reidodeskumar.wordpress.com/author/reidodeskumar/

Check Also

SEMINAR NASIONAL “MEGA PROYEK JALAN TOL SUMATERA”

Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Andalas Proudly Present  SEMINAR NASIONAL Tema: MEGA PROYEK JALAN TOL ...

Komentar Pembaca